Usia minimal dan maksimal seorang wanita datang bulan/haid
Usia minimal adalah sembilan tahun, jika darah keluar dari kemaluan sebelum usia ini, maka itu adalah darah istihadhah, sementara batas maksimal usia haid tidak ada batasannya. Istihadhah adalah darah penyakit yang mengalir dari urat yang berada di bawah rahim, namanya ‘Azil. Perbedaan antara darah haid dan istihadhah adalah :
1. Darah haid merah pekat kehitamhitaman, sedang darah istihadhah merah terang seperti darah mimisan.
2. Darah haid kental, terkadang bergumpal-gumpal, sedangkan darah istihadhah lebih cair mengalir seperti darah luka.
3. Darah haid berbau tidak sedap dan amis, sedangkan darah istihadhah baunya seperti bau darah biasa. Adapun dari sisi hukum, maka wanita haid dilarang melakukan hal yang dilarang bagi orang berhadats besar, seperti shalat, duduk di dalam mesjid, membaca Al-Qur’an, puasa dan lainnya.
Batas minimal jumlah hari haid: sehari semalam (24 jam), jika kurang maka itu adalah darah istihadhah.
Batas maksimal jumlah hari haid: 15 hari. Apabila darah yang keluar lebih dari lima belas hari, maka itu adalah darah istihadhah.
Masa suci antara masa haid: 13 hari. Jika darah keluar sebelum sempurnanya masa ini, maka itu adalah darah istihadhah.
Masa normal wanita haid: 6 atau 7 hari.
Masa normal wanita suci: 23 atau 24 hari.
Darah yang keluar saat hamil.
Sesuatu yang keluar dari wanita hamil berupa darah, atau bercak coklat, atau lendir kuning, itu adalah darah istihadhah.
Kapan wanita yang haid mengetahui bahwa dia sudah suci?
Mengetahuinya dengan dua macam:
1. Lendir putih, jika dia dapat melihatnya.
2. Keringnya lubang vagina dari darah, bercak coklat atau kekuning-kuninganan, jika dia tidak bisa melihat lendir putih tersebut.
Cairan yang keluar dari kemaluan wanita pada masa suci.
Jika cairan itu bening atau putih berbentuk lendir, maka cairan itu suci, dan jika itu darah, bercak coklat atau kekuning-kuningan maka itu najis. Seluruhnya dapat membatalkan wudhu. Jika keluarnya terus menerus, maka itu adalah darah istihadhah.
Bercak coklat atau kekuning-kuningan yang keluar dari vagina
Jika keluarnya bersambungan dengan haid, sebelum atau setelahnya, maka itu adalah darah haid. Apabila keluarnya terpisah, maka itu adalah darah istihadhah.
Bagi siapa yang mempunyai jumlah hari haid yang tetap setiap bulan, lalu suci sebelum lengkap bilangan hari itu.
Hukumnya ia telah suci, apabila darah telah berhenti keluar dan ia melihat sudah suci, walaupun hari kebiasaan haidnya belum habis.
Haid datang lebih cepat atau lambat dari waktu kebiasaannya.
Selama ciri-ciri darah haid terbukti, maka itu adalah haid, kapanpun waktunya, dengan catatan jarak dari masa haid dengan masa berikutnya lebih dari tiga belas hari (minimal masa suci), kalau tidak, maka itu adalah darah istihadhah.
Kalau masa haid bertambah atau berkurang dari kebiasaan.
Maka itu adalah darah haid, dengan syarat tidak lebih dari masa maksimal haid (lima belas hari).
Jika darah terus menerus keluar untuk waktu yang panjang, seperti sebulan penuh atau lebih.
Ada empat kondisi:
1. Wanita yang mengetahui waktu haidnya pada setiap bulan, jumlah harinya, dan bisa membedakan antara darah haid dengan lainnya, maka yang menjadi patokan adalah jumlah hari, waktu kebiasaannya, bukan ciri-ciri darah.
2. Wanita yang mengetahui waktu haidnya pada setiap bulan, dan jumlah hari, akan tetapi kondisi darahnya terus berada dalam satu keadaan dan tidak berobah, maka dia berpatokan kepada waktu dan jumlah hari haidnya.
3. Wanita yang mengetahui waktu haidnya pada setiap bulan, tapi tidak tahu berapa jumlah harinya, maka dia mengambil enam atau tujuh hari (normal masa haid), sesuai waktu kebiasaannya.
4. Wanita yang mengetahui jumlah hari haidnya, tapi tidak mengetahui kapan datangnya pada setiap bulan, maka dia mengambil jumlah hari yang diketahuinya pada awal setiap bulan hijriyah.
http://www.binamuslim.com/materi-keislaman
Ruqyah Syar’iyyah
Kursus Bahasa Arab
0 komentar:
Posting Komentar