oleh :Ust. Mahardy Purnama
Pasti kita semua menginginkan menjadi orang yang pandai, punya ilmu banyak, bisa memberikan ilmunya kepada orang lain, kecuali orang bodoh saja yang enggan. Kalau dilihat nih di zaman modern ini kayaknya barat lebih mendominasi masalah keilmuan. Ilmu duniawi tentunya. Tapi, tahukah sobat sekalian bahwa sebenarnya islam, agama yang mulia ini telah menjelaskan tentang pentingnya mencari ilmu, bahkan wajib bagi setiap muslim untuk mencari ilmu tanpa terkecuali. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim” (HR. Bukhari dan Muslim) dan masih banyak lagi keterangan dari Al-Qur’an dan hadis-hadis rasulullah tentang pentingnya mencari ilmu.
Gampang-Gampang Susah
Sobat muda, sebenarnya mencari ilmu itu gak mudah, alias perlu kesungguhan bin kerja keras. Gak bermalas-malasan. Kita mesti kerahkan seluruh kemampuan kita tuk mendapatkan ilmu. Kalo bermalas-malasan, gak sungguh-sungguh maka hasilnya akan seperti apa yang kita usahakan. Ilmu itu jika kita kerahkan seluruh kemampuan kita tuk mendapatkannya maka ilmu yang kita dapatkan cuma setengahnya saja, so bagaimana kalo kita bersantai-santai saja? Pasti akan sangat sedikit yang kita dapatkan. Karena itu, mulai dari sekarang seriuslah dalam mencari ilmu. bila kita membaca kisah-kisah para ulama kita mencari ilmu, pasti kan takjub dibuatnya. Gimana nggak, diantara mereka ada yang menjual sebagian atap rumahnya tuk memperoleh biaya yang digunakan tuk safar dalam mencari ilmu. Imam ibnul Mubarak pernah mengatakan bahwa dia melakukan perjalanan siang dan malam hanya untuk mencari satu hadis. Nggak kebayang gimana di zaman dulu yang pastinya belum ada mobil apalagi pesawat. Pantas saja Allah memberi pahala yang besar bagi para penuntut ilmu sebagaimana sabda Rasulullah, “barangsiapa yang menempuh suatu jalan tuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim) Daripada sibuk-sibuk dan capek berjalan menuju ke tempat yang gak berguna apalagi ke tempat maksiat mending ke tempat-tempat majelis ilmu. Sudah dapat ilmu, berpahala lagi, plus diangkat derajatnya di sisi-Nya. Uenak jiddan(banget)
Nggak Semua Ilmu itu Baik
Islam gak pernah melarang seseorang tuk mencari ilmu, bahkan diberi kebebasan agar mencari ilmu apapun. Tapi ingat, ilmunya mesti yang bermafaat. Emang ada ilmu yang gak bermanfaat? Ada donk, ilmu sihir dan ilmu kalam misalnya. Kedua ilmu ini adalah ilmu yang gak bermanfaat, malah akan menjauhkan seseorang dari Allah subhanahu wa taala
“ Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS.Al-Baqarah: 109)
Ayat diatas menerangkan tentang bahayanya ilmu sihir. Ilmu sihir dapat memberikan mudharat yang besar, bisa mencelakai orang lain, memisahkan antara suami dan istrinya, bahkan bisa membuat seseorang melakukan dosa besar, kesyirikan yang tentu saja balasannya adalah kekal di neraka. Naudzu billahi min dzalik.
Ilmu sihir sudah ada sejak zaman sebelum masehi. Raja Fir’aun pun punya bawahan dari kalangan penyihir yang sangat banyak. Dalam Al-Qur’an Allah menceritakan,
“Mereka berkata: "Sesungguhnya dua orang ini (Musa dan Harun) adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama
Fir’aun dan bala tentaranya menuduh Nabi Musa dan Nabi Harun sebagai penyihir
“Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris. dan Sesungguhnya beruntunglah oran yang menang pada hari ini
(setelah mereka berkumpul) mereka berkata: "Hai Musa (pilihlah), Apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?" (QS. Thaha: 63-65)
Setelah Fir’aun mengumpulkan tukang-tukang sihirnya. para tukang sihir itu mengajak Nabi Musa duel siapakah yang melemparkan tongkatnya duluan.
“Berkata Musa: "Silahkan kamu sekalian melemparkan". Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.
“Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
“Kami berkata: "Janganlah kamu takut, Sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
“Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang".
“Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami telah percaya (beriman) kepada Tuhan Harun dan Musa". (QS. Thaha: 66-70)
Jadi, tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular besar itu bukanlah sihir melainkan mukjizat dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Adapun ilmu yang lain seperti kedokteran, matematika, fisika, biologi, kimia, bahasa, de el el smuanya boleh atau wajib kifayah, bahkan itu menjadi lebih bermanfaat jika ilmu duniawi yang kita pelajari itu kita gunakan tuk kemajuan dan kemaslahatan umat islam dan kaum muslimin. Karena ada juga seorang dokter tapi dia gunakan ilmunya tuk merusak, malpraktek misalnya, atau aborsi. Ada juga yang pelajari kimia tapi tuk menghancurkan dunia, seperti bom atom yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Khan berapa banyak korban berjatuhan akibat semua itu.
Nah, adapun yang menjadi wajib ‘ain atau mesti tuk kita cari tidak boleh tidak adalah ilmu agama ini. Kenapa? Iya, karena pada hakikatnya kita adalah hamba Allah dan kita harus mengetahui kewajiban kita kepada Allah dan mengetahui hak-hak Allah. Contoh simple, Dalam ibadah. tentu dibutuhkan ilmu. Bayangkan jika tanpa ilmu, orang-orang bisa semaunya saja beribadah. Ada yang mau solat gak pake wudhu dulu, ada yang mau menghadap semaunya (gak menghadap kiblat), ada yang mau solat gak tutup aurat, ada yang berhaji bukan ke makkah tapi ke eropa misalnya, ada yang mengeluarkan zakat fitri setelah idul fitri. Dan kasus-kasus lain. Emangnya agama ini dia yang buat, semaunya saja…!? Ini contoh simple aja bahwa dalam ibadah memang dibutuhkan ilmu. Kalo mau yang contoh lain misalnya dalam masalah fikih shalat, kalo mau sujud yang turun lutut duluan apa tangan dulu? Atau dalam tasyahud mesti digerakkan atau nggak jari telunjuknya. Ini permasalahan yang dibahas oleh para ahli ilmu (ulama) kita dalam kitab-kitab mereka. Kayaknya cukup contohnya, nanti bisa panas ni otak ngebahasnya.
So, meskipun seseorang belajar ilmu kedokteran, matematika, kimia, dll mesti juga belajar ilmu agama, minimal dia tau masalah yang urgen, tahu yang harus dan boleh dilakukan mana, yang dilarang mana. Bagusnya jika seorang dokter, disamping ilmu kodokterannya dia juga tahu ilmu agama, dia bisa memberi nasehat-nasehat agama, punya akhlak yang baik, dll.
Tanyakanlah Pada Orang Yang Berilmu
Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an:
( “Maka Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (QS. Al-Anbiya: 7)
kalo sobat semua lagi bingung dengan suatu masalah maka tanyakanlah ke ahlinya atau orang yang tahu masalah itu. Gak tahu suatu rumus matematika afdolnya tanyakanlah ke guru matematika, gak tahu masalah fisika tanyakan ke guru fisika. Begitu juga jika sobat sekalian bingung dalam masalah agama tanyakanlah ke orang yang ngerti agama, ustadz-ustadz yang berilmu. Jangan mau nanya masalah agama malah nanya ke orang yang gak tau agama. Bisa gawat tuh! Yang halal jadi haram yang haram dihalalkan. Wallahu ta’ala a’lam.
Ruqyah Syar’iyyah
Kursus Bahasa Arab
0 komentar:
Posting Komentar